Pengobatan Kista Dermoid

Kista dermoid sering menimbulkan berbagai komplikasi. Adapun komplikasi yang sering timbul adalah :

1. Torsi Kista

Torsi kista ini sering menimbulkan keluhan akut abdomen yang menetap. Ukuran kista yang bisa menyebabkan torsi adalah kista dengan ukuran kecil dan sedang. Insidensi torsi kista sekitar 16% dan umumnya pergerakan torsi searah dengan pergerakan jarum jam.

2. Ruptur Kista

Terjadinya ruptur atau perforasi tergantung ketebalan kapsul kista, hal yang mempermudah terjadinya ruptur adalah adanya torsi kista dan bila terjadi ruptur akan menimbulkan peritonitis

3. Keganasan

Proporsi tipe epidermoid paling sering timbul, sekitar 1-3% kemudian di ikuti oleh tipe sarkoma dan melanoma malignan. Prognosis tergantung intak atau tidak intaknya kapsul kista dermoid, bila kapsul kista masih intak dan tidak ada metastase ekstra ovarium maka prognosis umumnya baik. Tumor carcinoid bisa timbul dan berasal dari saluran pencernaan dan bermetastase ke ovarium

4. Anemia

Anemia terdapat pada kista dermoid, hal ini berhubungan dengan pengangkatan massa tumor.

Pengobatan Kista Dermoid

Tindakan laparoskopi atau laparotomi merupakan pilihan penanganan untuk kista dermoid, namun harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya. Beberapa peneliti menyebutkan tindakan laparoskopi dapat menyebabkan terjadi tumor spill dan bisa menyebabkan peritonitis 0,2% serta meningkatkan terjadinya perlengketan. Resiko terjadi rekurensi 4% dan resiko keganasan sekitar 0,17%-2%.

Pada kehamilan dengan teratoma matur, penanganan sebaiknya dilihat dari ukuran kista tersebut serta usia kehamilan. Pada kehamilan kemungkinan terjadi torsi kista sebesar 19%, ruptur atau pecahnya kista teratoma sekitar 3%, 14% menimbulkan obstruksi. Kemungkinan terjadi keganasan sekitar 5%. Beberapa peneliti merekomendasikan bila besar tumor lebih dari 6cm dan usia kehamilan 16 minggu, maka sebaiknya tindakan laparoskopi lebih aman dilakukan dibandingkan dengan tindakan laparotomi, bahkan pada satu penelitian menyebutkan bisa terjadi abortus spontan serta kemungkinan terjadi peningkatan persalinan preterm.

Sedangkan penanganan kista dermoid pada anak-anak yaitu dengan cara tradisional (ooforektomi) dan laparotomi. Pada usia dewasa penanganannya laparoskopi-kistektomi. Sedangkan untuk kasus kista yang ukurannya lebih besar dan dicurigai ada keganasan, maka pendekatan lebih kepada tindakan laparotomi.

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Dermoid

Kista dermoid adalah sejenis tumor sel germ. Kista ini bersifat jinak dan jumlahnya sekitar 10%. Pada umumnya kista dermoid terjadi pada wanita yang berusia dibawah 20 tahun. Hampir 85% teratoma matur terdapat pada wanita usia 16-55 tahun, dengan rata-rata umur 32-35 tahun.

Gejala kista dermoid yang sering timbul, yakni :

- Adanya massa tumor
- Nyeri pada perut
- Gangguan miksi
- Nyeri pada punggung

Karakteristik kista dermoid ini yaitu tebal, berkapsul, serta berlapiskan epithelial skuamosa dengan ketebalan yang bervariasi. Terkadang ditemukan lekosit endothelial (pseudoxanthoma cells) pada dinding kista dermoid.

Lapisan atau jaringan isi kista dermoid berupa :

1. Lapisan Ektoderm

Kelenjar keringat, kelenjar apokrin, kelenjar sebasea, terkadang juga berisi rambut

2. Lapisan Mesoderm

Gigi, kartilago dan struktur trakea

3. Lapisan Endoderm

Membran mukosa saluran pencernaan

Dalam pemeriksaan histapatologis 100% teratoma matur terdiri lapisan ektodermal, 93% struktur mesodermal, dan 71% struktur endodermal.

Kista dermoid dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Kista Dermoid Superfisialis.

Kista dermoid superficial berlokasi di anterior sampai septum orbital. Biasanya ditemukan pada beberapa tahun pertama kehidupan massa yang asimptomatik, berbatas tegas, bulat, subcutaneous, tidak nyeri. Pada umumnya kista ini terdapat di aspek temporal orbital yang melekat pada sutura frontozygomatis. Namun, kista ini juga dapat ditemukan pada aspek medial/nasal atas yang melekat pada sutura frontolakrimal atau frontoethmoidal. Pada pemeriksaan ditemukan batas posterior kista mudah dipalpasi yang menunjukkan bahwa kista ini superficial. Jenis kista dermoid ini juga tidak menyebabkan pergeseran bola mata atau defek tulang.

2. Kista Dermoid Profunda

Kista ini berlokasi diposterior sampai septum orbital. Biasanya ditemukan pada usia remaja dan dewasa dengan pergeseran bola mata dan proptosis non-aksial atau massa yang batas posteriornya kurang jelas. Beberapa jenis kista dermoid ini dapat meluas melebihi orbita ke dalam fossa temporalis dan intrakranial. Selian itu kista ini juga dapat menyebabkan pergeseran bola mata dan defek pada tulang

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Dermoid

Kista dermoid terjadi karena jaringan telur tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista ini dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

Kista dermoid adalah kantung yang berisi cairan seperti mentega, kandungannya tidak hanya cairan tetapi juga partikel lain, misalnya rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami oleh siapapun, baik pria maupun wanita. Kista dermoid sama halnya dengan kista mosinosum yang dibutuhkan kehati-hatian pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika kista tersebut meletus akan mengeluarkan cairan lengket dan isi cairan tersebut akan masuk ke dalam perut dan bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.

Terkadang kista dermoid dijumpai pada kedua ovarium, bila kista ini besar akan menimbulkan keluhan. Tumor ini sebenarnya jinak, tidak berbahaya sama sekali dan mudah diatasi dengan operasi. Jadi, kalau seorang wanita dioperasi ada kista dermoid, indung telur sisi lainnya harus diperiksa dengan teliti apakah ada kista yang sama atau tidak.

Kista ini sering disebut juga teratoma kistik. Kista ini tergolong kista  abnormal yang biasanya dapat terjadi pada  wanita muda dan dapat tumbuh dengan diameter yang  mencapai  6 inchi.

Jika seorang wanita mengidap kista dermoid, segera lakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosa kista tersebut, seperti :

1. Laparaskopi

Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atautidak, dan untuk menentukan silat-sifat tumor itu.

2. Ultrasonografi

Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus,ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapatkah dibedakan pulaantara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.

3. Foto Rontgen

Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya, pada kista dermoidkadang-kadang dapat dilihat gigi dalam tumor. Penggunaan foto rontgen pada pictogram intravenadan pemasukan bubur barium dalam colon disebut di atas.

4. Parasentesis

Telah disebut bahwa fungsi pada asites berguna menentukan sebab asites. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan cavum peritonei dengan kista bila dinding kista tertusuk

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment