Kista Dermoid Pada Mata

Kista Dermoid pada MataPenyakit kista dermoid pada mata biasanya lebih banyak dtemukan sejak dari usia bayi. Dan biasanya akan semakin nampak lebih jelas jika anak sudah semakin besar. benjolan yang muncul pada bagian pelipis sebelah atas rongga mata, dan biasanya orang tua menganggapnya dan mengenal adanya suatu kelainan yang terjadi. Tidak mempunyai riwayat kesehatan trauma atau juga operasi mata, dan juga tidak ada riwayat kesehatan keluarga yang dermpid.

Kista Dermoid Pada Mata

Kista Dermoid Pada Mata

Kista Dermoid pada Mata

Bentuk dari kista dermoid pada mata adalah penyakit tumor dengan bentuk kista selaput kapsel yang biasanya cukup kuat, dan biasanya bisa dengan mudah digerakkan serta dari jaringan yang ada disekitarnya. Dan biasanya isi dari kista dermoid pada mata adalah cairan kental, jaringan rambut serta jaringan kulit dan bahkan ada juga yang menemukan jaringan tulang didalamnya. Selain itu, penyakit kista dermoid pada mata yang mengandung cairan tulang belakang otak, dan biasanya mempunyai suatu kelainan tulang yang saling berdekatan.

Lokasi yang biasanya paling sering dari munculnya kista dermoid adalah ;

  1. Massa teraba dan juga sebagian teraba serta diikuti juga dengan ptosis, penurunan pada kelopak mata bagian atas.
  2. Kista dangkal yang muncul dibagian pinggiran mata, dan diketahui dengan dengan adanya suatu perabaan.
  3. Kista yang dalam yang melampaui pada tepi tulang mata, serta memerlukan pemeriksaan dari sinar Ro dan juga scan.

Lokalisasi yang biasanya paling sering dari penyakit kista adalah batas diatas tulang rongga mata tepatnya dibagian pelipis. Dan penyakit kista dermoid pada mata yang dangkal yang mempunyai diameter rata-rata anatominya adalah 10 mm dengan kisarannya sekitar 2,5-15. Penyakit kista dermoid pada mata yang mendalam mempunyai diameter yang lebih besar dengan rata-ratanya adalah 15 mm dan dengan kisarannya sekitar 10-30 mm.

Dan untuk membantu mengatasi penyakit kista dermoid pada mata biasanya dilakukan dengan tindakan pembedahan pada bagian ini. Penyakit kista dermoid pada mata dengan batasnya yang jelas dengan mudah operasi dan dibuang serta tidak kambuh. Selain itu, penyakit kista dermoid pada mata dengan batasnya yang tidak jelas biasanya memerlukan pemeriksaan MRI imagnetic resonance imaging karena membutuhkan tindakan pembedahan orbital yang sangat mendalam. Dan pengangkatan dari kista hingga lengkap kemuungkinan sulit dilakukan tetapi masih belu ada laporan mengenai penyakit kista dermoid pada mata yang meluas menuju ke rongga otak.

Sedangkan untuk orang dewasa, penyakit kista dermoid orbital biasanya lebih mungkin terjadi adanya erosi tulang, sehingga akan memicu semakin luas ke sinus frintal.

Tindakan operasi yang dilakukan pada penyakit kista dermoid pada mata adalah jenis sayatan yang bisa langsung dibagian atas kista dermoid lewat alis sub dan juga diatas lipatan dari kelopak mata. Selain itu, pemotongan yang dilakukan pada sekitar lesi tanpa memecahkan kista. Tetapi, disaat kista semakin membesar, jauh dari orbit dan isinya cairan, mungkin kebijaksanaan yang dapat dilakukan adalah dengan cara menyedot dengan menggunakan 25 jarum pengukur untuk demopresi lesi pertama. Dan biasanya pendekatan ini bisa membantu supaya menjaga sayatan eskternal kecil dan juga bisa membantu dalam diseksi yang lembut pada daerah sekitar lesi yang jauh ke dalam rongga orbital. Penyakit kista dermoid pada mata harus segera dibuang benar-benar, dan dari perlengketannya dengan dari tulang.

Untuk membantu mencegah terjadinya penyakit kista dermoid pada mata adalah sebaiknya lakukanlah beberapa tips sederhana dibawah ini :

  1. Melakukan olahraga dengan cukup
  2. Menjalani pola hidup yang sehat
  3. Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, sebagai salah satu bentuk antisipasi dari terjadinya penyakit kista.

Menurut salah satu survey yang dilakukan pada survey hispatologis yang dilaporkan adanya sekitar 307 kasus tumor orbita. Dan 35% adalah penyakit kista dermoid. Dan selain itu juga untuk survey yang dilakukan oleh salah satu peneliti terhadap 645 biopsi orbita untuk semua usia, 24% diantaranya adalah kista dermoid, 250 orang adalah anak usia dibawah 18 tahun, dan 46% adalah penyakit kista dermoid.

Biasanya pada penyakit kista dermoid akan ditemukan di beberapa tahun pertama kehidupan si penderita, namun kista dermpid yang profunda bisa saja tidak terdiagnosis untuk beberapa tahun kehidupan seseorang dan biasanya akan terdiagnosis pertama kalinya untuk usia dewasa. Penyakit kista dermoid orbital yang biasanya lebih sering ditemukan pada bagian superolateral dengan sutura frontozygomatic sebagai suatu tempat dari perlengketannya dan biasanya jarang ditemukan untuk kasus daerah superonasal.

Jika penyakit kista yang Anda alami terbilang berukuran kecil, maka yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan observasi, yang paling utama jika Anda sudah memasuki pada usia pramenopause. Dan Anda juga harus melakukan pemeriksaan lainnya secara teratur. Jangan lupa menerapkan pola hidup sehat, karena kunci dari kehidupan yang berharga adalah pola hidup, pola makan dan juga kebiasaan sehari-hari.

Itulah informasi mengenai kista dermoid pada mata, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Kista Dermoid Pada Mata

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Kista Dermoid Ovarium

Kista Dermoid OvariumBiasanya penyakit kista yang umum terjadi berbentuk seperti gelembung yang ada didalamnya dengan isi cairan. Namun, kadang cairan yang ada didalamnya bisa kental dan warnanya juga pucat. Tetapi ada juga jenis penyakit kista yang ditandai dengan benjolan atau juga gelembung yang berisi dengan cairan misalnya adalah seperti mentega, yakni pada jenis penyakit kista dermoid ovarium. Untuk jenis penyakit kista dermoid ovarium ini, jaringan yang nampak lebih mirip dengan kulit. Dan kadang ada benjolan pada kista yang nampak seperti unsur tulang, folikel dari rambut, dan kelenjar minyak.

Kista Dermoid Ovarium

Kista Dermoid Ovarium

Penyakit Kista Dermoid Ovarium

Penyakit kista dermoid ovarium ini biasanya adalah suatu bagian dari embiro yang menempel pada ovarium. Jenis penyakit kista ovarium dermoid ini nampak cukup menakutkan dan juga mengerikan. Dan perlu mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi karena jenis penyakit kista yang satu ini adalah sangat riskan. Jika kista ini pecah, maka dampak serius untuk si penderita kemungkinan bisa terjadi.

Tidak sama seperti penyakit kista ovarium yang lainnya, untuk jenis penyakit kista dermoid ovarium ini mempunyai bentuk yang lebih mirip seperti manusia, bahkan diantaranya juga ada yang mempunyai gigi serta jaringan kelenjar tiroid. Dan Anda tidak perlu khawatir karena jenis penyakit kista yang satu ini bukan jenis yang bersifat kanker. Namun harus mendapatkan pengawasan secara terus menerus untuk membantu mencegah terjadinya resiko yang muncul.

Resiko yang kemungkinan bisa muncul saat penyakit kista ini mengalami pembesaran, dan pada akhirnya pecah. Pecahnya dari kista ini akan menyebabkan rasa sakit yang sangat luar biasa. Dan bahkan sebelum jaringan dari kista dermoid ovarium ini pecah, maka hal ini sudah akan menimbulkan rasa sakit yang akan sangat mengganggu. Ini disebabkan karena kista dermoid ovarium akan meerubah bentuk dari ovarium yang pada akhirnya akan menyebabkan aliran darah menjadi tidak lancar menuju ke ovarium.

Kebanyakan perawatan yang dilakukan pada penyakit kista dermoid ovarium ini memang tidaklah bisa membantu menghilangkan kista secara penuh, namun hanya membantu untuk mengurangi gejalanya saja. Dan alternatif pembedahan yang dilakukan juga tidak menjamin bahwa kista ini tidak kambuh lagi. Metode holistik yang dilakukan untuk membantu menghilangkan kista ini bisa langsung menuju ke sumbernya. Dan metode dari hoistik adalah :

  1. Tidak akan menyebabkan timbulnya efek samping karena sifatnya adalah alami
  2. Langsung menuju ke sumber kista
  3. Tidak perlun mendapatkan operasi
  4. Metode holistik juga bisa membantu menyembuhkan emosional pada wanita
  5. Untuk membantu mengontrol pengobatan serta perawatan secara langsung.

Untuk wanita yang sesang hamil yang menderita penyakit kista dermoid ovarium, maka sebaiknya berhati-hatilah karena jika kista ini pecah dan mengeluarkan cairan misalnya seperti bentuk mentega dan juga lengket pada jafringan perut, maka akan menimbulkan rasa sakit. Dan selain itu juga, untuk kista dermoid ovarium ini bisa menyebabkan radang serta membuat posisi tuba fallopi menjadi terlilit.

Hasil dari pemeriksaan USG yang dilakukan dari jenis penyakit kista ini bisa bervariasi karena semua tergantung dari spektrum isinya. Namun pemeriksaan CT Scan dan juga MRI yang bisa menunjukkan adanya suatu lemak dan juga klasifikasi yang berbentuk padat.

Penyakit kista dermoid ovarium yang merupakan salah satu jenis dari penyakit kista patologis yang sering terjadi pada wanita di bawah usia 40 tahun. Sedangkan untuk wanita yang berusia diatas 40 tahun, maka yang sering terjadi adalah kasus cystadenoma.

Penyakit kista dermoid ovarium yang berkembang dari sel-sel yang digunakan untuk bisa membuat telur. Dan sebagaimana telur yang mempunyai kemampuan untuk bisa menciptakan berbagai jenis sel, dan begitu juga dengan melakukan kista drmpid ini sehingga akan terdiri dari berbagai jenis jaringan manusia, dan termasuk diantaranya adalah darah, lemak, serta tulang dan juga rambut.

Penyakit kista dermoid ovarium mempunyai suatu potensi supaya bisa tumbuh besar, kadang besarnya bisa mencapai 15 cm atau sekitar 6 inci. Meskipun begitu, bukannlah bentuk kista yang ganas, namun hampir selalu membutuhkan tindakan operasi atau juga tidnakan pembedahan yang dilakukan sebagai bentuk terapinya.

Beberapa makanan yang harus dihindari pada penderita penyakit kista secara umu adalah :

  1. Hindarilah jenis makanan jeroan, ayam broiler, dan gorengan, telur, fastfood, serta duirian
  2. Hindarilah kacang kedelai misalnya seperti tahu tempe, susu kedelai, dan juga tauge,
  3. Kurangi makanan atau juga minuman yang manis
  4. Perbanyaklah makan sayur terkecuali adalah sayur kol, serta buah-buahan, kecuali adalah durian, buah-buahan yang terlalu manis dan juga lengkeng.
  5. Hindarilah stress, dan dapati waktu istirahat yang cukup.

Jika penyakit kista ditemukan, maka keputusan penting yang paling utama adalah apakah penyakit kista ini akan hilang tanpa harus mendapatkan pengobatan. Penyakit kista fungsional yang diharapkan bisa hilang secara spontan selama beberapa minggu. Dan jika masih bertahan juga dan menimbulkan berbagai keluhan serta gangguan, maka pengobatan kista fungsional biasanya dilakukan dengan cara menggunakan pil hormon atau pil KB.

Itulah informasi mengenai kista dermoid ovarium, semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Kista Dermoid Ovarium

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kista Dermoid

Kista dermoid sering menimbulkan berbagai komplikasi. Adapun komplikasi yang sering timbul adalah :

1. Torsi Kista

Torsi kista ini sering menimbulkan keluhan akut abdomen yang menetap. Ukuran kista yang bisa menyebabkan torsi adalah kista dengan ukuran kecil dan sedang. Insidensi torsi kista sekitar 16% dan umumnya pergerakan torsi searah dengan pergerakan jarum jam.

2. Ruptur Kista

Terjadinya ruptur atau perforasi tergantung ketebalan kapsul kista, hal yang mempermudah terjadinya ruptur adalah adanya torsi kista dan bila terjadi ruptur akan menimbulkan peritonitis

3. Keganasan

Proporsi tipe epidermoid paling sering timbul, sekitar 1-3% kemudian di ikuti oleh tipe sarkoma dan melanoma malignan. Prognosis tergantung intak atau tidak intaknya kapsul kista dermoid, bila kapsul kista masih intak dan tidak ada metastase ekstra ovarium maka prognosis umumnya baik. Tumor carcinoid bisa timbul dan berasal dari saluran pencernaan dan bermetastase ke ovarium

4. Anemia

Anemia terdapat pada kista dermoid, hal ini berhubungan dengan pengangkatan massa tumor.

Pengobatan Kista Dermoid

Tindakan laparoskopi atau laparotomi merupakan pilihan penanganan untuk kista dermoid, namun harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya. Beberapa peneliti menyebutkan tindakan laparoskopi dapat menyebabkan terjadi tumor spill dan bisa menyebabkan peritonitis 0,2% serta meningkatkan terjadinya perlengketan. Resiko terjadi rekurensi 4% dan resiko keganasan sekitar 0,17%-2%.

Pada kehamilan dengan teratoma matur, penanganan sebaiknya dilihat dari ukuran kista tersebut serta usia kehamilan. Pada kehamilan kemungkinan terjadi torsi kista sebesar 19%, ruptur atau pecahnya kista teratoma sekitar 3%, 14% menimbulkan obstruksi. Kemungkinan terjadi keganasan sekitar 5%. Beberapa peneliti merekomendasikan bila besar tumor lebih dari 6cm dan usia kehamilan 16 minggu, maka sebaiknya tindakan laparoskopi lebih aman dilakukan dibandingkan dengan tindakan laparotomi, bahkan pada satu penelitian menyebutkan bisa terjadi abortus spontan serta kemungkinan terjadi peningkatan persalinan preterm.

Sedangkan penanganan kista dermoid pada anak-anak yaitu dengan cara tradisional (ooforektomi) dan laparotomi. Pada usia dewasa penanganannya laparoskopi-kistektomi. Sedangkan untuk kasus kista yang ukurannya lebih besar dan dicurigai ada keganasan, maka pendekatan lebih kepada tindakan laparotomi.

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Dermoid

Kista dermoid adalah sejenis tumor sel germ. Kista ini bersifat jinak dan jumlahnya sekitar 10%. Pada umumnya kista dermoid terjadi pada wanita yang berusia dibawah 20 tahun. Hampir 85% teratoma matur terdapat pada wanita usia 16-55 tahun, dengan rata-rata umur 32-35 tahun.

Gejala kista dermoid yang sering timbul, yakni :

– Adanya massa tumor
– Nyeri pada perut
– Gangguan miksi
– Nyeri pada punggung

Karakteristik kista dermoid ini yaitu tebal, berkapsul, serta berlapiskan epithelial skuamosa dengan ketebalan yang bervariasi. Terkadang ditemukan lekosit endothelial (pseudoxanthoma cells) pada dinding kista dermoid.

Lapisan atau jaringan isi kista dermoid berupa :

1. Lapisan Ektoderm

Kelenjar keringat, kelenjar apokrin, kelenjar sebasea, terkadang juga berisi rambut

2. Lapisan Mesoderm

Gigi, kartilago dan struktur trakea

3. Lapisan Endoderm

Membran mukosa saluran pencernaan

Dalam pemeriksaan histapatologis 100% teratoma matur terdiri lapisan ektodermal, 93% struktur mesodermal, dan 71% struktur endodermal.

Kista dermoid dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1. Kista Dermoid Superfisialis.

Kista dermoid superficial berlokasi di anterior sampai septum orbital. Biasanya ditemukan pada beberapa tahun pertama kehidupan massa yang asimptomatik, berbatas tegas, bulat, subcutaneous, tidak nyeri. Pada umumnya kista ini terdapat di aspek temporal orbital yang melekat pada sutura frontozygomatis. Namun, kista ini juga dapat ditemukan pada aspek medial/nasal atas yang melekat pada sutura frontolakrimal atau frontoethmoidal. Pada pemeriksaan ditemukan batas posterior kista mudah dipalpasi yang menunjukkan bahwa kista ini superficial. Jenis kista dermoid ini juga tidak menyebabkan pergeseran bola mata atau defek tulang.

2. Kista Dermoid Profunda

Kista ini berlokasi diposterior sampai septum orbital. Biasanya ditemukan pada usia remaja dan dewasa dengan pergeseran bola mata dan proptosis non-aksial atau massa yang batas posteriornya kurang jelas. Beberapa jenis kista dermoid ini dapat meluas melebihi orbita ke dalam fossa temporalis dan intrakranial. Selian itu kista ini juga dapat menyebabkan pergeseran bola mata dan defek pada tulang

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kista Dermoid

Kista dermoid terjadi karena jaringan telur tidak dibuahi. Kemudian tumbuh menjadi beberapa jaringan seperti rambut, tulang dan lemak. Kista ini dapat terjadi pada dua indung telur dan biasanya tanpa gejala. Timbul gejala rasa sakit apabila kista terpuntir atau pecah.

Kista dermoid adalah kantung yang berisi cairan seperti mentega, kandungannya tidak hanya cairan tetapi juga partikel lain, misalnya rambut, gigi, tulang atau sisa-sisa kulit. Kista ini merupakan bawaan sejak lahir dan bisa dialami oleh siapapun, baik pria maupun wanita. Kista dermoid sama halnya dengan kista mosinosum yang dibutuhkan kehati-hatian pada ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika kista tersebut meletus akan mengeluarkan cairan lengket dan isi cairan tersebut akan masuk ke dalam perut dan bisa mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa.

Terkadang kista dermoid dijumpai pada kedua ovarium, bila kista ini besar akan menimbulkan keluhan. Tumor ini sebenarnya jinak, tidak berbahaya sama sekali dan mudah diatasi dengan operasi. Jadi, kalau seorang wanita dioperasi ada kista dermoid, indung telur sisi lainnya harus diperiksa dengan teliti apakah ada kista yang sama atau tidak.

Kista ini sering disebut juga teratoma kistik. Kista ini tergolong kista  abnormal yang biasanya dapat terjadi pada  wanita muda dan dapat tumbuh dengan diameter yang  mencapai  6 inchi.

Jika seorang wanita mengidap kista dermoid, segera lakukan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosa kista tersebut, seperti :

1. Laparaskopi

Pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengetahui apakah sebuah tumor berasal dari ovarium atautidak, dan untuk menentukan silat-sifat tumor itu.

2. Ultrasonografi

Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan letak dan batas tumor apakah tumor berasal dari uterus,ovarium, atau kandung kencing, apakah tumor kistik atau solid, dan dapatkah dibedakan pulaantara cairan dalam rongga perut yang bebas dan yang tidak.

3. Foto Rontgen

Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan adanya hidrotoraks. Selanjutnya, pada kista dermoidkadang-kadang dapat dilihat gigi dalam tumor. Penggunaan foto rontgen pada pictogram intravenadan pemasukan bubur barium dalam colon disebut di atas.

4. Parasentesis

Telah disebut bahwa fungsi pada asites berguna menentukan sebab asites. Perlu diingatkan bahwa tindakan tersebut dapat mencemarkan cavum peritonei dengan kista bila dinding kista tertusuk

Posted in Kista Dermoid | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment